Tentang Kami

ppl

Sekelumit Kisah Perjalanan

Berdiri sejak tahun 1999, Perhimpunan Pustaka Lewi (PPL) tetap setia pada visinya: “Mengupayakan kesejahteraan kota dimana kamu dibuang…Karena kesejahteraan kota itu adalah kesejahteraanmu juga (Yeremia 29:7). Visi tersebut terkristalisasi sejak para penggagas PPL masih menjadi aktivis mahasiswa kristen di kota Surabaya.

Penganiayaan yang dialami umat kristen di Jawa Timur yang mulai terjadi pada tahun 1996 di Sidotopo Surabaya dan Situbondo membuahkan permenungan yang menyadari sisi lemah umat kristen yakni kurang memperhatikan persoalan sosial dan politik yang tengah berkecamuk di sekeliling gereja. Tidak hanya itu, alih-alih mengenal umat beragama lain, pengenalan terhadap satu sama lainnya (antar gereja) amatlah minim.

Kerisauan akibat tidak ada rujukan untuk mengenal gereja, yayasan dan lembaga pelayanan kristiani se Jatim, beberapa mantan aktifis mahasiswa kristen seperti Sonny Saragih, Anggun Dewara, Erna Widi, John Jonathan Engel, Ipung, Lunggi Takanjanji dan Iwan Iksan pada tanggal 15 September 1999 bertempat di sebuah kamar kos di lantai 2 di jalan Kalidami 20 Surabaya, bertekad memulai pelayanan yang diberi nama Perhimpunan Pustaka Lewi (PPL).

Continue reading

Briefing Paper Pustaka Lewi: Problematika Keberadaan UU Pilkada

Tanggal 31 Agustus 2014, pemerintah Tiongkok melalui Kongres Nasional Rakyat Tiongkok keduabelas, menentapkan suatu kebijakan kontroversial dengan memberangus hak politik masyarakat Hong Kong dalam memilih pemimpin mereka.  Hong Kong, suatu wilayah otonom yang baru bergabung dengan Tiongkok tahun 1997 dari tangan Inggris, diharuskan dalam pemilihan kepala eksekutif pemerintahannya harus melewati proses penyaringan dan nominasi yang ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok.  Dengan kata lain, para calon pemimpin Hong Kong harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Tiongkok.

Keputusan ini langsung disambut demonstrasi besar-besaran yang dimotori oleh kaum pelajar, mahasiswa, akademisi, dan pengusaha. Demonstrasi dan protes besar-besaran, yang kemudian dikenal sebagai “Revolusi Payung” masih dilakukan sampai saat ini dengan menduduki pusat-pusat pemerintahan dengan satu tujuan, memperoleh kembali kedaulatan politik rakyat dalam memilih pemimpin mereka.

Tanggal 26 September 2014, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR periode 2009-2014), meloloskan sebuah kebijakan yang tak kalah kontroversialnya, yaitu Undang Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) dimana salah satu penekanannya adalah merubah mekanisme pemilihan kepala daerah (gubernur dan bupati/walikota) dari pemilihan langsung (oleh rakyat) menjadi pemilihan tidak langsung (oleh DPRD). Seperti di Hong Kong, keputusan ini disambut kemarahan dan kegelisahaan sebagian besar rakyat yang merasa hak politiknya diamputasi. Continue reading

Forum Diskusi Pustaka Lewi: Kasus Bethany Menjadi Pembelajaran Bersama

Kisruh dalam tubuh Sinode Gereja Bethany Indonesia memang sudah menjadi pembicaraan luas masyarakat dan menjadi sorotan banyak pihak. Selain tentunya kita mendoakan dan mendukung supaya kisruh ini segera berakhir, tentu ada proses pembelajaran yang harus dilakukan semua pihak supaya kasus-kasus ini tidak terulang.

Demikian poin-poin penting yang mengemuka dalam Forum Diskusi Pustaka Lewi Surabaya pada Senin (15/09) yang diselenggarakan di Student Center GMKI Surabaya, Jalan Tegalsari 62, Surabaya.

Membuka forum diskusi ini adalah Toga Sidauruk selaku koordinator dan moderator diskusi yang mencoba memberi gambaran awal tentang konflik berlarut-larut yang terjadi di Bethany. Diungkapkannya juga tujuan diskusi kali ini adalah menarik pembelajaran dengan tak lupa memberi partisipasi dukungan supaya konflik ini tidak berlanjut.
Continue reading

Forum Diskusi Pustaka Lewi: Bedah Buku “Buku yang Mentransformasi Bangsa-bangsa” (Loren Cunningham)

Kondisi bangsa dan negara kita yang sampai saat ini masih dijumpai banyak problematika terutama dalam konteks kesejahteraan masyarakat, menjadi tantangan kita bersama baik sebagai umat Kristen maupun warga negara Indonesia. Dalam menjawab tantangan zaman itu, perlu dimunculkan suatu pemahaman tentang bagaimana partisipasi umat Kristen melalui Gereja dan Lembaga Pelayanan untuk turut serta dalam upaya memajukan bangsa kita.

Semangat zaman yang serupa juga tersirat dalam karya Loren Cunningham berjudul “Buku yang Mentransformasi Bangsa-bangsa: Kuasa Alkitab untuk Mengubah Negara” (terj. YWAM Publishing 2010). Buku kelima dari Cunningham ini mencatat bahwa umat Kristen menjadi katalisator utama perubahan suatu bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Melihat arti strategis buku ini, Perhimpunan Pustaka Lewi bersama Ir. Widodo dari MPKW Jatim menggagas forum bedah buku yang diselenggarakan pada 11 September 2014 di Trampil Main Centre dengan menghadirkan Dr. Iman Santoso, sebagai pembedah utama.

Buku ini tidak hanya berisi catatan-catatan reflektif dari Cunningham sebagai hasil perjalanan misinya ke lebih dari 100 negara, tapi juga padat akan informasi tentang problematika di negaranegara. Problematika inilah yang menurutnya juga menjadi tanggungjawab misi Kristen di seluruh dunia. Karena itu, karakteristik dasar kita dalam memegang teguh Firman Tuhan juga harus muncul. Apakah kita ini benar-benar mendapatkan dan memegang teguh Alkitab atau kita nantinya akan benar-benar kehilangan Alkitab. Continue reading

Pustaka Lewi Cab. Surabaya

Pustaka Lewi Cabang Surabaya saat ini secara struktur dipimpin oleh Toga Sidauruk selaku ketua dan Iwan Iksan sebagai sekretaris. Toga Sidauruk yang berlatarbelakang pendidikan Ilmu Ekonomi menjadi aktivis semenjak mahasiswa dan meneruskan jalur aktivisme sosial lewat Pustaka Lewi. Sedangkan Iwan Iksan merupakan salah satu generasi pertama yang mengembangkan Pustaka Lewi dan saat ini aktif dalam dunia pelayanan gereja di Surabaya.

Pustaka Lewi Cabang Surabaya secara aktif ikut dalam berbagai kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya karena telah resmi terdaftar di Bakesbangpol Kota Surabaya sejak tahun 2011. Berbagai masukan terhadap kebijakan program pemerintah kota dan aktif dilakukan termasuk juga menjalin hubungan dengan DPRD Kota Surabaya untuk menyampaikan gagasan-gagasan kepada wakil rakyat.

Program dalam kepengurusan periode 2014-2017 kali ini masih tetap mengusung tema “Partisipasi Gereja dan Umat dalam Pembangunan Kota”. Tema ini memang menjadi pergumulan sejak berdirinya Pustaka Lewi dan saat ini akan lebih diperdalam mengingat partisipasi gereja dan umat secara kuantitas sudah terwujud, salah satu indikatornya adalah dalam bidang politik. Continue reading

Pustaka Lewi Cab. Tulungagung

Pustaka Lewi Cabang Tulungagung hadir dalam kerinduan beberapa aktivis senior untuk memperluas spirit dan semangat pelayanan di wilayah eks-Karesidenan Kediri yang secara historis mempunyai rekam jejak panjang dalam sejarah Kekristenan di Jawa Timur.

Pergumulan untuk membentuk Pustaka Lewi di Tulungagung ini sebenarnya juga merupakan tantangan tersendiri mengingat ruang lingkup pelayanan yang akan dicakup bukan hanya Tulungagung, tapi juga Kediri dan Blitar.

Dalam kepengurusan periode 2014-2017 ini, tema utama pelayanan yang diambil adalah “Komunikasi dan Kerjasama Antar Gereja dan Lembaga Pelayanan”. Tema ini diambil setelah melihat bahwa aspek komunikasi antar gereja dan lembaga pelayanan di wilayah ini masih dirasa kurang, dan akibatnya potensi umat menjadi belum teroptimalisasi. Continue reading

Pustaka Lewi Cab. Sidoarjo

Pustaka Lewi Cabang Sidoarjo secara faktual sudah lama beraktivitas dalam pelayanan. Kedekatan geografis dan beberapa personil Perhimpunan Pustaka Lewi (PPL) yang berdomisili di wilayah Kabupaten Sidoarjo ini menjadi alasan kenapa pelayanan Pustaka Lewi Sidoarjo kemudian dikonsolidasi dan dibakukan secara organisasional.

Kepengurusan periode 2014-2017 saat ini dipimpin oleh Paul Tanesib sebagai ketua. Paul yang berlatarbelakang keilmuan Sarjana Teologi ini sudah aktif dalam pelayanan Perhimpunan Pustaka Lewi sejak tahun 2007. Sejak saat itu pula di wilayah Sidoarjo Pustaka Lewi sudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan beberapa lembaga pelayanan, gereja dan sekolah teologi di sana.

Tema utama pelayanan Pustaka Lewi Cabang Sidoarjo untuk periode ini adalah  “Kesatuan Gereja Memberdayakan Kota” yang lahir sebagai buah pemikiran mendalam atas problematika sekaligus tantangan yang dihadapi gereja dan lembaga pelayanan di wilayah Sidoarjo. Continue reading